ANALISIS JEJARING SOSIAL UNTUK MANAJEMEN PENGELOLAAN PERBATASAN ANTARA NEGARA

Kepulauan Riau merupakan provinsi yang berbatasan laut dengan banyak negara. Kondisi geostrategic tersebut menyebabkan pemerintah daerah di 5 Kabupaten/Kota yang berbatasan langsung negara tetangga membentuk Badan Pengelola Perbatasan. disisi lain Pemerintah Pusat memiliki lembaga-lembaga vertical yang berperan dalam mengelola kawasan perbatasan di Kepulauan Riau. Fungsi dan peran stakeholder perbatasan tersebut memiliki kelemahan dan kelebihan dalam mengelola perbatasan. Untuk mengkaji permasalahan dalam tata kelola perbatasan dan cara kolaborasi antar stakeholder pengelola perbatasan diperlukan analisa jejaring social melalui metode Analisis Stakeholders Pengelola Perbatasan, Analisis Derajat Node dan Derajat Rata-rata, serta Analisis Keterpusatan. Hasil dari kajian menunjukan masih belum terjadinya kolaborasi yang efektif antara Badan Nasional Pengelola Perbatasan dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (OPD) dimasing-masing Kabupaten/Kota dalam pengelolan kawasan perbatasan di Kepulauan Riau, hal ini disebabkan masih terdapat ego sektoral di masing-masing Stakeholders Pengelola Perbatasan. Kajian ini memiliki perbedaan dengan kajian perbatasan lainnya karena ruang lingkup wilayah penelitian berada diperbatasan laut dengan persebaran OPD Pengelolaan perbatasan Kabupaten/Kota yang jauh satu sama lainnya.

DOI: 10.34010/agregasi.v8i2.3231

Pak Adji

ORCID ID: https://orcid.org/0000-0002-6193-1410

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *