Profil

Ungkapan “si pungguk merindukan bulan”, itulah ungkapan yang patut disematkan kepada Suradji si anak singkong. Lahir dari keluarga petani dilereng Gunung Lawu Jawa Timur tepatnya di sebuah desa terpencil yaitu Desa Karanggupito Kecamatan Kendal Kabupaten Ngawi. Menjadi anak bungsu dari tiga bersaudara, tidak menjadikanya anak yang “cengeng”, apalagi menjadi yang selalu dinomor satukan dalam berbagai hal dikeluarga. Setelah menamatkan pendidikan dasarnya di desa, Suradji kecil melanjutkan ke jenjang sekolah menengah pertama yaitu di Madrasah Tsanawiyah Negeri Panekan. Sekolah yang harus ditempuh dengan jarak 25 KM dari rumah. Jarak tersebut sering ia tempuh dengan berjalan kaki disaat ia tidak memiliki uang untuk naik angkutan pedesaan.

Kerasnya hidup mengajarkan Suradji kecil untuk tidak mudah menyerah disegala kondisi, bahkan ia berusaha dengan sekuat tenaga untuk dapat menaklukkan semua tantangan dan rintangan. Dengan semangat dan tekad yang kuat, ia melanjutkan pendidikan ke tingkat Sekolah Menengah Atas dengan ikut orang tua angkat. Tidak hanya berhenti di jenjang pendidikan SMA, ia kembali memeras keringat dan membanting tulang untuk dapat melanjutkan ke Pendidikan Tinggi. Sarjana Sosial ia peroleh di STISIPOL Raja Haji dan Magister Ilmu Politik di Universitas Nasional di Jakarta tahun 2009.

Tahun 2018, Adji Suradji Muhammad mampu menyelesaikan pendidikann program doktor dalam bidang Politik Islam/Ilmu Politik di Universitas Muhammadiyah Yogjakarta. Adji Suradji atau yang biasa dipanggil “pak adji” merupakan Akademisi pertama di Kepulauan Riau yang bergelar Doktor Politik Islam. Dengan semangat untuk menunjukkan bahwa Islam adalah benar-benar agama yang akan menjadi “Rahmatan Lil ‘Alamin, Rahmat buat semesta alam, bukan hanya rahmat buat manusia, tetapi rahmat buat alam semesta”. Itulah motivasi utama yang menjadikan Pak Adji memilih Program Studi Politik Islam/Ilmu Politik.

Pak Adji sadar betul bahwa Politik saat ini seolah-olah menjadi biang keladi sekaligus kambing hitam atas ketidakstabilan kehidupan ekonomi, hukum, pemerintahan dan lain sebagainya. Oleh sebab itu ia tertantang untuk membuktikan bahwa politik itu adalah satu-satunya cara untuk mencari solusi dan kebaikan secara bersama-sama, kebaikan tidak ada pada saya maupun anda, tapi kebaikan ada diantara kita. Hanya dengan politiklah kehidupan yang dinamis akan terwujud. Mantan aktifis mahasiswa era 2002 hingga 2008 ini menjadi satu-satunya orang Kepulauan Riau pertama yang mampu masuk dalam struktur Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) sebagai Ketua Bidang Lingkungan Hidup dan menjadi Anggota Majelis Pengawas dan Konsultasi PB HMI 2006-2008.

Berbagai profesi juga telah ia lalui sebelum menjadi Staf Pengajar di FISIP UMRAH tahun 2010. Ia pernah menjadi Sekretaris Anggota DPD RI dan menjadi Staf Ahli Anggota DPD RI Periode 2009-2014. Berkat keahlianya tersebut Adji Suradji juga sempat dipercayakan sebagai Staf Ahli DPRD Provinsi Kepulauan Riau dua periode (2009-2014 dan 2014-2019) sebelum ia memutuskan untuk fokus di kampus. Keahlianya tersebut ia peroleh melalui pendidikan formal maupun pendidikan non formal selama menjadi aktifis HMI. Bahkan beberapa training kepemimpinan bertaraf nasional juga telah ia geluti seperti Intermediate Training di Jambi dan Advance Training di Aceh.

Suami dari Eka Suswaini, ST, MT dan ayah dari Muhammad Naafi’ Ramdhani serta Muhammad Azzam Disertasianov ini juga telah mampu mendapatkan jabatan fungsional dosen yaitu Lektor tahun 2014. Mimpi yang ingin ia wujudkan adalah mendapatkan gelar Guru Besar dalam bidang Politik, untuk itu ia akan berusaha lebih giat lagi melakukan riset dan publikasi khususnya dalam bidang ilmu politik maupun kebijakan publik.